MATERI PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI (Menghindari akhlak madzmumah dan membiasakan akhlak mahmudah)
MENGHINDARI AKHLAK MADZMUMAH DAN MEMBIASAKAN AKHLAK MAHMUDAH AGAR HIDUP NYAMAN DAN BERKAH
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Adik-adik yang ayuk banggakan, semoga kalian semua dalam keadaan sehat dan semangat belajar.
Pada pertemuan kali ini, kita akan mempelajari materi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, yaitu Akhlak Terpuji dan Akhlak Tercela, atau yang sering disebut juga Akhlak Baik dan Akhlak Buruk.
Melalui materi ini, diharapkan kalian dapat memahami pengertian akhlak, mengetahui contoh perilaku baik dan buruk, serta mampu meneladani akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari.
Baiklah kita masuk ke materii nyaa ya
Pengertian Akhlak
Kata akhlak berasal dari bahasa Arab khuluq, yang berarti budi pekerti, perangai, atau tingkah laku seseorang.
Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam diri seseorang dan akan muncul secara spontan dalam ucapan maupun perbuatan.
Dalam ajaran Islam, sumber utama akhlak adalah Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.
Jadi, orang yang berakhlak baik berarti dia berperilaku sesuai dengan ajaran Islam dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Akhlak Terpuji (Akhlak Mahmudah)
Anak-anak sekalian, akhlak terpuji adalah perilaku baik yang disukai oleh Allah SWT, membawa kebaikan bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Contoh-contoh akhlak terpuji antara lain:
- Jujur – berkata dan berbuat sesuai dengan kenyataan.
- Amanah – dapat dipercaya dalam melaksanakan tugas.
- Sabar – mampu menahan diri ketika marah atau menghadapi cobaan.
- Tawakal – berserah diri kepada Allah setelah berusaha.
- Dermawan – suka membantu orang lain tanpa mengharapkan balasan.
- Hormat dan santun – kepada orang tua, guru, dan teman.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)
Dari hadis tersebut, kita tahu bahwa akhlak mulia adalah tujuan utama diutusnya Nabi Muhammad SAW ke dunia.
Akhlak Tercela (Akhlak Mazmumah)
Sebaliknya, anak-anak, akhlak tercela adalah perilaku buruk yang dibenci oleh Allah SWT dan bisa membawa kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain.
Beberapa contoh akhlak tercela di antaranya:
- Bohong atau Dusta – mengatakan sesuatu yang tidak benar.
- Iri dan Dengki – tidak senang melihat orang lain bahagia atau sukses.
- Sombong atau Takabur – merasa lebih baik dari orang lain.
- Hasut dan Fitnah – menyebarkan keburukan orang lain.
- Pemarah dan Pendendam – mudah tersinggung dan sulit memaafkan.
- Membully atau Merendahkan Orang Lain – membuat orang lain sedih atau malu.
Perilaku tercela ini bisa merusak hubungan kita dengan Allah dan juga dengan sesama manusia
Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Akhlak bukan hanya untuk dipelajari, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Contohnya:
- Di rumah, kita menunjukkan akhlak baik dengan cara patuh kepada orang tua, membantu pekerjaan rumah, dan berbicara sopan.
- Di sekolah, kita bisa berakhlak baik dengan cara menghormati guru, tidak mencontek saat ujian, dan tidak mengejek teman.
- Di masyarakat, kita dapat berakhlak baik dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menolong tetangga yang membutuhkan.
Dengan membiasakan akhlak terpuji, kita akan menjadi pribadi yang disukai Allah dan dicintai oleh banyak orang.
Jadi, anak-anak sekalian, akhlak adalah cermin dari keimanan seseorang.
Orang yang beriman pasti berakhlak baik, sedangkan orang yang suka berbuat buruk berarti imannya lemah.
Mari kita berusaha memperbaiki diri, meneladani akhlak Rasulullah SAW, dan menjauhkan diri dari perilaku tercela.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Buka link untuk membuka soal
Buka link untuk membuka spreadsheet
Kesimpulan
Akhlak adalah cermin keimanan seseorang.
Akhlak terpuji membawa kebahagiaan dan kedamaian, sedangkan akhlak tercela membawa kerusakan dan dosa.
Sebagai generasi muda, mari kita hiasi diri dengan akhlak mulia seperti kejujuran, kesabaran, dan tanggung jawab, serta menjauhi sifat tercela seperti bohong, iri, dan sombong.
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Syukron
BalasHapus